yang setia mengikuti blog ini dan ingin mengikuti

Firman Allah SWT:

Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu).
(Surah Al-Hujurat ayat 13)

Innity

Monday, December 14, 2009

Puteri-Puteri UMNO Yang Tidak Senonoh........

http://1.bp.blogspot.com/_fe-el8J_WUE/SfpO5nsyhkI/AAAAAAAAAQg/6HgWMEUOv9A/s320/puteri+umno.jpg

Dah potong?

Iklan di tv yang memaparkan ungkapan "Dah potong?" serta "Potong! Potong! Potong!" mendapat reaksi pelbagai. Ada yang menganggapnya lucu, dan ada pula yang mengaggapnya lucah.

Ironinya, dalam kehidupan seharian, saya selalu juga disindir dengan ungkapan tersebut.

Kenapa?

Berada dalam Parti KEADILAN Rakyat dan bersama dalam perjuangan Pakatan Rakyat menyebabkan terjalinnya hubungan rapat sesama ahli. Dalam masa berkempen, bekerja, turun padang serta menjalankan program, seminar atau kursus, kami berpeluang bergaul dengan lebih mesra.

Kerana itu saya tidak dapat lari dari belajar mengenai budaya dan anutan kaum lain, terutamanya orang Melayu yang beragama Islam, yang merupakan kaum majoriti dalam Malaysia.

Belajar menghormati waktu solat, peka terhadap makanan yang halal atau haram, tidak dengan sengaja makan dan minum di hadapan mereka yang sedang berpuasa, ini saya lakukan.

Apatah lagi semenjak bergelar wakil rakyat DUN Simpang Pulai. Saya mewakili semua yang tinggal bermastautin dalam Simpang Pulai. Selain daripada Cina, ada Melayu, India dan Orang Asli.

Selagi mungkin, saya cuba melibatkan diri dengan masyarakat walaupun dalam aktiviti keagamaan, asalkan keterlibatan saya diterima. Saya menghadiri kenduri-kendara, jamuan rumah terbuka, majlis berbuka puasa serta upacara pengkebumian. Malah, pernah juga saya menghadiri kenduri akikah bayi yang baru lahir. Saya jamah semua makanan yang tersedia kecuali daging kambing akikah tersebut.

Bagaimana saya tahu yang saya tak sepatutnya menyentuh daging kambing tersebut? Kerana saya ambil tahu. Kenapa saya ambil tahu? Kerana saya menghormati fahaman agama lain.

Ada ketikanya saya berbaju Melayu dan bersongkok. Bukan setakat nak ambil hati, tetapi yang lebih pentingnya untuk mewujudkan rasa mesra.

Bukan saya seorang yang diserbu dengan pertanyaan dan sindiran sebegini. Rakan-rakan lain dalam KEADILAN juga.

Sewaktu berkempen bersama ahli-ahli PAS, kawan saya berbangsa Cina dan bukan Muslim disorak oleh Puteri-puteri UMNO - " Dah potong ke? Dah potong ke?!!!"

Merah telinga kawan saya kerana merasa malu dengan pertanyaan yang keluar daripada mulut gadis-gadis muda tersebut.

Tetapi Puteri-puteri itu merasakan ungkapan itu sungguh lucu lalu mereka pun ketawa berdekah-dekah.

Chan Ming Kai ADUN Simpang Pulai

Yahudi Laknattullah Gilis Mahasiswa Palestin dengan Kereta Berulang Kali


Rabu lalu (02/12) TV 2 Israel menayangkan potongan rekaman aksi biadab seorang pemukim Yahudi yang menggilas seorang pemuda Palestina dengan mobil berulang kali, sebelum akhirnya mobil tersebut berhenti tepat di atas pemuda tersebut. Teriakan kesakitan pemuda Palestina itu membuat rekaman itu semakin mengiris hati yang melihatnya. Aksi keji ini terjadi di Hebron, sebelah selatan Tepi Barat, Palestina.

Kejadian ini terjadi di depan mata pihak kepolisian Israel, para aktivis Bintang David Merah yang mengurus ambulan, dan para hadirin lainnya. Situs infopalestina berbahasa Arab melansir, bahwa salah seorang di antara mereka meneriakkan kalimat dengan bahasa Ibrani yang artinya, "Lindaslah dia!" Sedangkan sebagian yang lain berusaha untuk menjauhkan kamera yang ada untuk menutupi aksi keji ini dari media.

Mahasiswa yang teraniaya tersebut bernama Wasim Usamah Maswadah (21). Ia seorang mahasiswa Universitas Yornania, spesialisasi menajemen. Kepolisian Israel menuduhnya telah melakukan serangan terhadap dua orang Yahudi di pemukiman Kiryat Arba di Hebron.
Walau status Wasim masih tertuduh, polisi Israel telah menembaknya 6 kali; 4 peluru bersarang di perutnya dan 2 lagi di paha kanannya. Setelah itu, pemukim Yahudi yang memiliki hubungan dengan dua orang pemukim Yahudi yang diserang tersebut, menggilas Wasim dengan mobil berulang kali.

Laman Aljazeera.net dan sumber lainnya menginformasikan, bahwa setelah kejadian itu Wasim Usmah dalam keadaan yang sangat kritis dengan luka yang sangat parah. Namun ia masih hidup.

Setelah kejadian itu, Wasim meringkuk di rumah sakit Hadasa Ain Karim, di kota Al-Quds. Ia dijaga ketat oleh tentara penjajah. Sedangkan keluarganya sama sekali tidak diberi izin untuk menjenguk.

Di pihak lain, pemukim yang melindas Wasim hanya diinterogasi sejenak oleh pihak kepolisian, dan kemudian ia dibebaskan. Saat ini pelaku tinggal nyaman bersama keluarga dan anak-anaknya. Sedangkan otoritas penjajah Zionis belum mengambil sikap, apakah akan menghakiminya, atau akan memposisikan kasus ini sebagai aksi "membela diri."
Kriminalitas Berulang yang Disokong Pemerintah Zionis

Ketua Badan Islam Kristen untuk Menyelamatkan Al-Quds dan Kesucian Syekh Taisir Rajab Al-Tamimi mengecam aksi keji ini. Beliau mengatakan, "Ini adalah kriminalitas biadab yang jarang terjadi dalam sejarah. Ini tidak mungkin terjadi kebetulan, tapi kekejian demi kekejian itu terjadi secara terencana, sebagai aplikasi setiap kata dari fatwa pendeta Yahudi radikal, yang menyeru untuk membunuh setiap warga Palestina dan orang Arab."

Syekh Taisir juga mengisyaratkan, bahwa telah terjadi lebih dari 600 kali tindak kriminal pembunuhan yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap orang-orang Palestina. Kasus-kasus itu tidak dibawa kemahkamah kecuali 20 kasus pembunuhan. Hukuman terberat yang dijatuhkan kepada para kriminal itu hanya 6 bulan penjara, itupun eksekusinya tidak dilaksanakan!
Peristiwa Lama Berita Baru
Peristiwa keji ini sebenarnya telah terjadi pada 25 Oktober 2009. Namun baru hari Rabu sore lalu ditayangkan di TV 2 Israel. Awalnya, otoritas penjajah Israel melarang penyebaran rekaman vidio ini.

Koresponden Aljazeera di Al-Quds, Ilyas Kiram, mengatakan, "Ditayangkannya vidio ini oleh TV 2 Israel bisa jadi karena dua motif, pertama, adanya persaingan media antara TV 2 dan TV 10 Israel. Kedua, Israel berusaha menciptakan penyeimbangan berita aksi keji memalukan yang terjadi di depan kepolisian dan awak ambulan."

Upaya Menuntut Hak

Kepada koresponden Aljazeera, Ayah dari Wasim yang bernama Usamah mengatakan, bahwa ia tidak akan berhenti untuk menuntut hak anaknya. Ia akan mengajukan kasus ini ke mahkamah manapun dengan cara apapun.

Usamah sempat mengatakan, bahwa ia tidak mampu mengungkapkan apa yang terjadi pada anaknya, tidak diwakili oleh kata biadab dan keji. Ia tidak mampu mengungkapkannya, karena yang terjadi sangatlah menyakitkan. Hingga kini, ia tidak tahu bagaimana keadaan anaknya.
Hari Kamis lalu (03/12) Menteri Informasi Palestina di Gaza mengatakan, "Kejadian ini merupakan kejahatan perang baru, yang menambah panjangnya silsilah kejahatan perang dan penjajahan yang dilakukan Israel."

Di hari yang sama, Menteri Kebudayaan Palestina di Gaza meminta seluruh media menginformasikan kejahatan ini, untuk menguak silsilah kebiadaban penjajah Zionis Israel.
sumber : AlFalaah

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Apa Hujah&Fakta Mereka 1(10 Paling Terkini)

Apa Hujah&Fakta Mereka 2 (10 Paling Terkini)

Apa Perkongsian Mereka (10 Paling Terkini)